Menurut Deal & Kennedy terdapat 7 budaya negatif yang dapat mengkontaminasi sebuah kelompok yaitu:
1.
Budaya Ketakutan
( Culture of Fear)
Budaya ketakutan
menimbulkan rasa tidak pasti dan tidak aman terhadap individu-individu di dalam
organisasi, terutama individu-individu yang tidak memiliki kendali, maka dari
itu mereka akan membentuk kelompok baru.
2.
Budaya
Menyangkal (Culture of Denial)
Ketika manusia mengalami
perubahan, manusia akan memiliki kecenderungan untuk menyangkal perubahan
tersebut, karena notabennya manusia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk
menerima sebuah perubahan. Penyangkalan-penyangkalan tersebut dapat berupa
ucapan seperti “tidak mungkin seperti ini” atau “mungkin ada yang salah” dan
hal inilah yang membuat para pemimpin sulit mengambil keputusan.
3.
Budaya
Kepentingan Pribadi ( Culture of Self-Interest)
Ketika sebuah
organisasi mengalami perubahan ke arah negatif, individu-individu di dalam
organisasi terebut akan sibuk mengurusi kepentingan pribadinya masing-masing,
setelah dirasa cukup, individu-individu tersebut akan kembali kepada kelompok
kecil mereka masing-masing dan akan mengutamakan kepentingan kelompoknya dan
hal ini akan menghambat kinerja organisasi tersebut.
4.
Budaya Mencela
(Culture of Cynicism)
Dalam proses perubahan
di dalam sebuah organisasi, secara alamiah individu-individu di dalamnya akan
membentuk kelompok-kelompok kecil dan setiap kelompok-kelompok ini memiliki
seseorang yang berpengaruh di dalam kelompok tersebut, pemimpin-pemimpin inilah
yang akan mendapat celaan dari bawahan-bawahan yang berada di kelompok lainnya
yang kontra terhadapnya dan hal ini akan dimanfaatkan oleh pihak lain untuk
mengutamakan kepentingan pribadinya dari pengaruh budaya sinisme tersebut.
5.
Budaya Tidak
Percaya ( Culture of Distrust)
Individu-individu di
dalam organisasi yang mulai meentingkan kepentingan pribadinya masing-masing
akan mulai mengalami kehilangan rasa percaya terhadap organisasi dan pimpinan-pimpinannya,
maka dari itu otoritas tidak lagi berfungsi dalam situasi ini dan
kesepakatan-kesepakatan yang dibuat oleh pemimpin pun akan sulit diterima oleh
para bawahan.
6.
Budaya Anomi (
Culture of Anomi)
Anomi memilik
pengertian yaitu seseorang yang kehilangan jati diri. Dalam proses transisi
atau perubahan organisasi akan mengalami penggabungan unit (merger), pemisahan
unit (spin of), penempatan orang baru, mutasi, atau promosi. Jika manajemen
organisasi dan pimpinan tidak dapat mengatur dan mengendalikan proses transisi
secara baik maka seseorang akan mengalami anomi mereka akan merasa tidak berada
pada tempatnya.
7.
Budaya
Mengedepankan Kelompok (The rise of Underground Subculture)
Perubahan-perubahan
yang terjadi di dalam organisasi akan menimbulkan banyak issue yang membuat
individu-individu di dalam organisasi tersebut menjadi cemas dan bimbang.
Perasaan cemas tersebut tidak selalu diungkapkan terhadap pimpinan, mereka
lebih senang berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kesamaan rasa hingga
akhirnya membentuk kelompok yang mengancam keutuhan organisasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar