Selasa, 08 Januari 2013

Unconscious

Pernah gak sih kalian berpikir kalo keberadaan kalian atau tingkah laku kalian menganggu orang lain? Pasti hanya sedikit orang yang menyadari hal itu, dan aku sendiri termasuk ke dalam orang yang tidak menyadari hal itu, kenapa demikian. Mungkin disini aku bakal ngebahas sedikit mengenai "ketidaksadaran" itu berdasarkan sedikit ilmu yang aku punya, check it out..

Perilaku dan sifat manusia itu bersifat alamiah, jadi jarang sekali orang yang dapat memodifikasi perilakunya sebaik mungkin, dalam arti lain setiap manusia memiliki peran sendiri dalam kehidupannya seperti boss, pegawai, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga dan lain-lain. Ketika kita semua dihadapkan kepada peran-peran tersebut, secara tidak sadar otak kita akan mengarahkan kita kepada bagaimana kita bekerja sesuai peran kita, ketika kita menjadi mahasiswa, otak kita akan secara tidak sadar mengarahkan tubuh kita untuk belajar, mengerjakan tugas, mendengarkan penjelasan dosen dll. Tapi ketika kita tidak lagi dihadapkan dengan peran-peran kita otomatis kita akan kembali menjadi diri kita sendiri dengan sifat-sifat alamiah kita seperti pemalu, periang, pemarah dan lain sebagainya. Itu sesuai dengan teori yang pernah saya pelajari di bangku perkuliahan yaitu teori model peranan, dan teori model permainan (ok aku kembali membuka buku Psikologi Komunikasi yang sudah aku pelajari di semester 2)

A. Teori Model Peranan
Apa sih teori model peranan itu? Menurut DRS. Jalalaluddin Rakhmat, M.Sc teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memainkan peranannya sesuai dengan "naskah" yang telah dibuat masyarakat (Psikologi Komunikasi, 2008, hlm 122) jadi seperti yang sudah aku jelaskan di awal, kita sebagai individu memiliki peran masing-masing dalam kehidupan serta naskah yang sudah dipersiapkan secara alamiah. Hal ini menjadikan orang-orang seperti memakai topeng tanpa melihat siapa dia sebenernya, peran mereka harus tetap dijalankan, karena hal ini termasuk kepada paksaan sosial yang tentunya secara tidak sadar dibebankan kepada otak manusia. Di setiap kehidupan pasti akan ada selalu konflik yang terjadi, begitupun ketika manusia memainkan peranannya dalam kehidupan, dia juga akan menemukan berbagai macam konflik ketika peran yang harus mereka mainkan tidak terjadi keseimbangan yang pasti, seperti misalnya seorang ibu yang bekerja sebagai pegawai bank dan ibu rumah tangga, maka akan ada salah satu perannya yang banyak dikorbankan akibat peran satunya yang tidak dapat diseimbangkan dengan peran lainnya.

B. Teori Model Permainan
Teori ini diperkenalkan oleh Eric Berne (1964, 1972) menurut teori ini seorang manusia memiliki 3 sifat dasar yaitu, sifat anak-anak, sifat dewasa, dan sifat orang tua (child, adult, parent) artinya tidak dipungkiri bahwa setiap manusia akan memiliki sifat seperti anak-anak, dewasa, ataupun orang tua walaupun umurnya terus menerus bertambah. Sifat anak-anak adalah sifat yang lebih banyak menggunakan perasaan dan sensitifitas dalam menanggapi suatu hal, sifat dewasa adalah sifat ketika orang-orang lebih banyak menggunakan akal sehat atau rasionalitas dalam menghadapi sesuatu, dan sifat orang tua adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain layaknya orang tua kita atau orang yang kita tuakan memperlakukan kita sebagai orang yang berada dibawahnya. Teori ini menjelaskan bagaimana kita mengaplikasikan sifat-sifat tersebut dalam mengahadapi seseorang, misalnya ketika kita merasa ada seseorang yang menyakiti hati kita lalu orang tersebut meminta maaf karena merasa bersalah (sifat anak-anak) dan kita akan segara memaafkannya (sifat orang tua) artinya kita sudah menggunakan sifat kita ke dalam konten yang tepat, tetapi jika kita malah memusuhinya bahkan membencinya (sifat anak-anak juga) kita sudah tidak tepat lagi dalam menempatkan sifat-sifat yang ada di diri kita.

Lalu bagaimana cara kita agar dapat menjadi orang yang peka terhadap lingkungan? Caranya mudah ko, kelola cara kita berkomunikasi dengan pihak lain, dan atur cara kita bergaul dengan lingkungan, sehingga secara tidak sadar otak akan menuntun kita untuk bersikap sebagaimana kita seharusnya. Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar